Sudah lama sebenarnya admin risih dengan FP yang satu ini, tapi admin tahan selama ini. Mereka terlalu sering merendahkan sesama otaku Indonesia, seakan-akan mereka sempurna, lalu menuduh banyak orang sebagai wibu. Padahal dalam tudingan-tudingan yang mereka lontarkan tidak sepenuhnya benar dan banyak sekali kesalah pahaman. Tapi semuanya itu dianggap serius lalu dibuat lucu-lucuan. Karena itu admin sebagai perwakilan otaku indonesia angkat bicara.
1. BPAWI terlalu mempermasalah otaku jones yang terlalu over ber imanjinasi
Padahal keberadaan mereka tidaklah terlalu mengganggu. Bahkan itu dapat memberikan dampak yang positif. Mereka mengurangi air mata wanita yang patah hati dan dibohongi. Jumlah gadis yang kecewa karena perlakuan laki-laki akan berkurang. Karena otaku jones itu tidak mungkin bisa menyakiti hati pacar khayalan. Jadi stok gadis didunia nyata berlimpah untuk admin sikat :'v
2. BPAWI terlalu sombong menghina otaku yang cuma nonton anime bajakan
Bukan berarti admin mendukung pembajakan. Kenyataannya hampir semua otaku Indonesia cuma modal download anime bajakan. siapa yang salah ? tentu yang mendownload salah, yang menyediakan juga salah. Tapi bukan ini masalahnya, Admin BPAWI terlalu sombong untuk menghina sesama pembajak anime lainnya, seakan dia sendiri mampu selalu beli/download yang ori, tidak mungkin.
3. Admin BPAWI terlalu mempermasalahkan definisi dan makna Otaku/wibu
Mungkin admin BPAWI berpendapat, berangkat dari streotipe bahwa otaku di Jepang itu dinggap "sampah", dan orang Indonesia malah bangga menggunakannya. Di Jepang otaku memang dianggap sampah, tapi siapa yang beranggapan begitu ? yang mengganggap otaku sampah adalah para orang tua, bisnisman, politikus, pekerja kantoran, pokoknya orang-orang yang jiwa seni-nya rendah dan hidupnya monoton. Kenyataannya otaku termasuk salah satu penggerak perekonomian Jepang, otaku manga menghasilkan manga, otaku game memproduksi game, otaku figure memahat figue dll. Para pedagang barang-barang otaku di Jepang juga membuat investasi dan permainan saham yang luar biasa, buktinya sampai ke Indonesia. Coba baca salah satu komik bertema otaku seperti Akibahara @deep, disini dijelaskan hebatnya jadi otaku.
Jadi, jangan pedulikan streotipe apapun, Otaku Indonesia harus bangga akan dirinya dan terus berkarya seperti otaku Jepang. Yang pintar menggambar jadilah mangaka, yang pintar main game jadilah programer, yang pintar mahat jadilah seniman figure yang pintar menulis jadilah novelis dll.
Otaku Indonesia selalu terbuka untuk berubah dan berada dijalan yang benar. Harusnya mereka dibimbing, bukan dijatuhkan.
4. Admin BPAWI kelihatannya anti pertukaran-pencampuran budaya
Salahkah jika kita bangga saat budaya Indonesia tampil didalam anime buatan Jepang ? tidak salah, ini bukti kalau otaku Indonesia masih belum kehilangan jati dirinya masih suka makan tempe dan lonte balap, ehh salah lontong balap maksudnya.
Salahkan jika otaku Indonesia mencintai budaya Jepang ? tidaklah salah, budaya Jepang memang patut dibanggakan dan ditiru. Keuletan mereka, kreatifitas mereka, totalitas mereka.
Yang salah adalah saat kita mencintai budaya Jepang tetapi lupa dengan jatidiri sendiri inilah yang disebut wibu. Otaku bukanlah wibu, otaku lebih kepada sense of anime. art 2d, transparan world, meta-fisika eksistensi. Jadi walaupun istilah ini dekat, tapi penggunaannya sedikit berbeda. Otaku Indoenesia tetaplah otaku Indonesia selama ada kata Indonesia, bukan wibu Indonesia.
5. Admin BPAWI bertingkah terlalu sok suci untuk menghina otaku yang agak ngeres
Walaupun admin agak malu mengakuinya memang anak otaku itu rata-rata mesum. Bahkan bisa saja kita beranggapan otaku adalah komunitas terbesar dengan orang mesum yang besar juga didalamnya. Tapi bukan itu masalahnya. Wajar kalau manusia memiliki kadar mesum tertentu dalam dirinya, ini hormon yang wajar. Tapi akan menjadi masalah jika ada pihak tertentu yang mempermasalahkan hal itu.
Wajar otaku punya rasa ingin tahu yang tinggi, menghapus sinar dewa, link anime BD dsb. Ini adalah area pertualangan otaku, dimana ada hentong disitu ada bau pertualangan.
Memang kenyataan agak miris juga kenapa otaku bisa begitu tergila-gila pada chara anime 2d, tapi ini membuktikan kalau otaku memiliki level imanjinasi yang luar biasa yang melebihi batasan manusia. Oleh hal ini juga menjadikan otaku sebagai salah satu puncak evolusi manusia yang rata-rata remaja dan pemuda.
5. Admin BPAWI terlalu mempermasalahkan selera pacaran otaku
Dibandingkan otaku jones diatas, masih syukur jika otaku lain masih ada niat pacaran.
Salahkah jika otaku Indonesia niat pacara dengan kepribadian-kepribadian yang diikuti dari anime ? tidak salah, selama itu datang dari hati yang terdalam, bersemayam cinta yang tulus sebening kristal, yang tidak akan pudar oleh waifu, bersama dengan bertambahnya chakra cinta, dan juga meminum soma cinta dari bulatan elastis dan kenyal kenyal, apakah semua ini salah ? tidak, karena cinta tidak akan pernah salah. Coba tonton dramanya Gita Gutawa dan Barbie Romero.
6. Admin BPAWI tidak menghargai Imanjinasi Otaku
Salahkah jika otaku banyak berimnajinasi ? mengapa harus disalahkan, karya-karya besar, berawal dari imanjinasi, pesawat, astrounot, internet, android, Boku no Pico dsb. Karena itu karya imanjinasi seseorang tidak seharusnya di bully, tetapi di apresiasi.
7. Admin BPAWI tidak menghargai komitmen otaku
Salahkah jika otaku bangga menjadi otaku dan berkomitmen tidak akan pacaran atau rela menjadi jones asalkan tetap menjadi otaku ? salahkah jika otaku mau selalu menjadi penggemar anime ? silahkan, selama itu tidak merugikan orang lain. Selama itu dapat menyenangkan seorang otaku, apa salahnya, hidup ini memang untuk dinikmati, bukan untuk di kritisi. Otaku tamvan dan verani seperti admin juga malas pacaran, karena modal beli kuota dan steam game tidak akan cukup kalau dipakai untuk pacaran.
Walaupun ada juga otaku yang memang tidak laku-laku di pasaran, tetapi menggunakan kedok otaku agar tidak malu dengan status jones. Tetapi ini tidak jadi masalah, dunia otaku memang dunia yang menyenangkan yang membuat kita lupa dengan cinta dan lawan jenis, karena dunia otaku lebih menyenangkan dari sekedar pacaran, karena itu dunia otaku memang dunia yang tepat untuk menampung para jones.
8. Admin BPAWI tidak menghargai Otaku tobat mode on
Banyak otaku, terutama hentongers yang sebenarnya ingin tobat. Banyak cara supaya otaku tobat, salah satunya dengan cara mencampurkan unsur-unsur agama didalamnya. Apakah ini salah ? tidak, karena pertobatan itu bisa dalam bentuk apapun. Budaya selalu terbuka untuk ber evolusi, sama halnya dengan hobi, jika ada hobi yang tidak melanggar nilai-nilai agama, apa salahnya dipertahankan.
9. Admin BPAWI meremehkan/merendahkan otaku yang pengen buka ladang usaha jasa
Apa salahnya jika seorang otaku yang punya keahlian menempa ingin menawarkan jasanya ? demikian pula usaha-usaha, industri kereatif otaku lainnya, seperti jasa gambar, edit foto, buffering video, update game dll.
Melalui industri kreatif seperti itu, sebenarnya dapat membuka peluang usaha, menyediakan lapangan pekerjaan dan mengurangi pengangguran di Indonesia. Harusnya di apresiasi, bukan direndahkan.
10 Admin BPAWI kurang menghargai seni dan kreatifitas anak-anak otaku
Ingat, berkarya bis dimana saja dan media apa saja, seperti kertas, kayu, besi, tangan, kepala, otong dll. Semua itu bisa menjadi media yang menghasilkan karya bagi anak-anak otaku, ini juga sebenarnya layak di apresiasi.
Tanggapan dari beberapa netizen
Demikian asumsi dan hipotesa penulis, sebenarnya masih banyak yang lain, tapi memang perlu penelitian lebih lanjut, salam otaku.
Like Beranda Otaku disini
Join Grup disini
Follow twitter disini





































0 komentar:
Posting Komentar